ANDRIAS HAREFA

Info: 021-2210 3478; Manager: 0815 8963 889

Cataha #6: Running Mantra

Articles
Cataha

Running Mantra

by andrias harefa, pembelajar kata pemulung cerita

Sharingku soal pentingnya mengatur nafas ketika latihan persiapan lari marathon mendapat sejumlah tanggapan dari kawan-kawan digitalku di grup WA Run For Indonesia (RFI). Sudarso (kudune wong jowo iki), Triningsih (kemungkinan besar anak nomor tiga nih), dan Eliana (ngakunya juga orang yang baru belajar lari dari kenyataan hahaha…) menyebut irama mengatur nafas itu sebagai “running mantra”. Wow wiw wuw. Baru tahu aku kalau orang berlari sambil baca mantra. Kupikir yang perlu dibawa itu matras untuk duduk istirahat saat capek, atau sekalian martabak untuk pelipur lara hehehe…

Per definisi, ceile… sok ngilmiah bingits deh aku, mantra adalah bunyi, suku kata, kata, atau sekumpulan kata-kata yang dianggap mampu menciptakan perubahan. Di masa silam, almarhum kakekku yang merantau dari pulau Nias ke kota Padang mengajarkan pada ayah, bahwa mantra bisa berupa kata berbentuk puisi berirama dan memiliki kekuatan gaib yang diucapkan seseorang untuk menandingi kekuatan gaib lainnya. Kakek, yang menurut almarhum ayahku suka menunggang harimau kalau pergi ke desa lain untuk mendamaikan kerabat yang bertikai, tak sempat berjumpa aku karena ia terkena racun kiriman lawannya (ketika Indonesia belum merdeka). Makanya aku tak tahu bagaimana membuat mantra begituan. Ayahku membuang semua ilmu nenek moyang itu sebelum menikahi ibuku. Makanya aku juga tak baca mantra saat melamar istriku dulu hahaha… Ketimbang mantra, aku lebih memilih doa saja (nah, mulai sok soleh deh πŸ˜„).

Tentu running mantra yang dimaksud kawan-kawan itu bukanlah mantra dalam makna di atas. Yang mereka maksudkan adalah sungguh penting memperhatikan kata-kata yang kita ucapkan bahkan pada diri sendiri, utamanya jika tujuan kita untuk menguatkan dan menyemangati diri sambil berlari. Dalilnya ini: kata-kata dapat menguatkan bahkan menyembuhkan semangat yang hampir patah (empowering words), tetapi juga dapat melemahkan dan melumpuhkan semangat orang (disempowering words). Orang disini bisa orang lain, tetapi juga diri sendiri. Dalam konteks latihan lari, aku perlu merumuskan kata atau irama yang meningkatkan daya tahan tubuhku agar sampai di garis finish (duh…ngeri-ngeri sedap nih menanti hari H nya).

So, latihan persiapan untuk lari 10 km Sabtu besok ternyata sangat bertalian erat dengan sejumlah dalil dalam ilmu motivasi dan pengembangan harkat martabat manusia, yang notabene adalah bidang profesiku hampir tiga dekade. Aku perlu berterima kasih pada Fina dan Willy yang telah “menjebloskan” aku ke grup RFI, sehingga aku diajak melihat kembali pengabdian hidupku dari kaca mata baru. Aiiih…. asyiknya hidup yang cuma sekali ini. Laus Deo!

Tabik lari πŸƒπŸ»πŸƒπŸ»πŸƒπŸ»agar karier anda ikut lari, ikuti pelatihan di www.mitrapembelajar.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *