ANDRIAS HAREFA

Info: 021-2210 3478; Manager: 0815 8963 889

Cataha #3: Merapikan Tujuan

Articles
Cataha

Pagi ini untuk kali ketiga aku latihan lari dan dilanjut jalan cepat. Ada kemajuan lagi. Uhuuui … Jarak lariku pagi ini naik 3,5 kali. Latihan pertama hanya lari 100-an meter selanjutnya jalan. Latihan kedua larinya 700-an meter. Hari ini aku lari 2.500 meter. Horeee horeee horeee.

Tapi bukan cuma fisik ya yang mengalami kemajuan. Secara mental pun aku makin paham tujuanku. Tujuanku bukan mau ikut Fun Run dengan RFI. Bukan itu. Tujuanku yang utama adalah mengalahkan diri sendiri yang mulai enggan berolahraga padahal masih bisa. Tujuanku yang terpenting adalah melatih penguasaan diri ketika berada dalam tekanan tertentu, agar tak mudah menyerah. Karena itu kuputuskan untuk bisa lari 10 km sebelum hari H. Artinya, jika nanti aku lari, maka itu adalah lari 10 km yang ketiga. Kok ketiga? Iya dong. Pertama, aku sudah sukses lari dalam imajinasiku (yang belajar NLP, hypnosis, dan psikotherapy lainnya pasti tahu maksudku). Kedua, aku sudah latihan lari sendiri 10km. Sehingga nanti adalah yang ketiga bersama kawan-kawan baruku di RFI. Asyiik, bukan?

Dalam ilmu motivasi, memiliki tujuan yang jelas dan rapi adalah syarat perlu, meski belum syarat cukup. Tujuan itu perlu, harus, baik ada dengan kejelasan kristal. Dalilnya: motivasi memerlukan tujuan, memerlukan arah.

Aku lihat-dengar-rasa suheng Andrie Wongso, motivator dahsyat itu, paham benar maksud tulisanku ini. Ia melatih penguasaan dirinya selagi muda lewat latihan kungfu Hap Kun Do (kalau nggak salah ingat). Tekanan hidupnya sedang berat kala itu. Tujuan hidupnya pun masih belum rapi. Dan latihan kungfu dengan disiplin ketat itu menjadi fondasi kekuatan mentalnya.  Puluhan tahun ditempa, bersinarlah ia kemudian menyemangati negeri ini.

Eh ngomong-ngomong, apa tujuan anda hari ini?

Tabik lari!

*) mau ikut training? lihat jadwalnya di www. mitrapembelajar.com
**) Andrias Harefa
Trainer and Speaker Professional Since 1991
Kompas-Gramedia Best-Selling Author Since 1998

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *