Be Happy
Judul: Be Happy
Penulis: Andrias Harefa & Hendri Bun
No. ISBN: 979-3574-13-5
Penerbit: Gradien
Tanggal terbit: 2005
Jumlah Halaman: 208 hal
Ukuran:
Hahahaha. Sambil tertawa buku saya yang ke 25 ini dipersembahkan kepada siapa saja yang merasa ingin lebih gembira, lebih ceria, dan lebih sehat dalam hidup. Di tengah sebuah republik yang sangat piawai menghadirkan duka nestapa dan kesedihan, buku ini saya harapkan dapat sedikit menghibur, menguatkan, agar terpasok lagi optimisme dan energi untuk bertindak memperbaiki situasi di lingkungan terdekat.
Hahahaha. Buku ini membuat saya tertawa karena ternyata saya bisa bekerja sama dengan Bung Hendri Bun untuk membuat sebuah buku. Ini kali pertama saya menulis bersama seorang kawan. Suatu hal yang membuat saya benar-benar bahagia. Sebab jika sendirian saja saya sanggup menyelesaikan 24 buku dalam lima tahun pertama sejarah kepenulisan saya [sejak 1998], maka dengan kerja sama tentulah akan mempermudah proses kreatif saya dalam melahirkan lebih banyak karya tulis. Ini penting, sebab saya telah bertekad untuk menuliskan 100 judul buku dalam masa hidup saya sebagai Pembelajar Sekolah Kehidupan di Indonesia.
Hahahaha. Saya jadi teringat bahwa ide dasar buku ini telah muncul di akhir tahun 2004 yang lalu, yakni ketika saya mempelajari adanya pengaruh tawa terhadap keadaan pikiran dan kesehatan seseorang. Dengan tertawa, otak kita ternyata memproduksi sel-sel yang meningkat imunitas tubuh terhadap sejumlah penyakit. Sebagaimana dapat dibaca dalam halaman-halaman buku ini, fakta-fakta mengenai manfaat tertawa benar-benar memunculkan gairah baru dalam diri saya untuk melakukan dua hal, yakni lebih banyak tertawa dan mengajak lebih banyak orang untuk tertawa lebih banyak. Sayangnya, tantangan mengatur waktu untuk mengerjakan konsep ini menjadi sebuah buku membuat saya selalu menundanya. Sampai kemudian saya melihat suatu kemungkinan melibatkan seorang staf di kantor saya untuk itu mengerjakan sejumlah hal mengikuti ker angka pikiran yang sudah saya siapkan [seperti mengisi template yang sudah ada]. Maka ikutlah Bung Hendri Bun menjadi mitra penulis dalam buku ini.
Hahahaha. Melihat antusiasme Bung Hendri dalam mengerjakan buku ini, saya berkeyakinan bahwa kelak ia akan menjadi penulis yang handal di waktu-waktu mendatang. Saya beruntung dapat ikut serta mendampingi orang muda yang cerdas ini untuk mulai berproses menjadi seorang pengarang buku. Sebab bagaimana pun saya merasa Indonesia memerlukan pengarang-pengarang lokal yang bisa ikut menularkan ilmu dan pengetahuannya secara baik untuk mencegah kita dari kecenderungan selalu menjadi pembaca buku-buku terjemahan semata.
Hahahaha. Dengan gembira juga perlu saya kabarkan bahwa buku ini rencananya akan muncul secara berkelanjutan. Paling tidak, edisi lanjutannya akan muncul dalam waktu 3-6 bulan setelah edisi yang pertama ini beredar di pasaran. Tentu saja dengan harapan buku ini, setelah dibaca, segera dipinjamkan atau dihibahkan kepada orang-orang yang memerlukan. Lalu orang yang tidak kebagian diminta untuk membeli sendiri, supaya buku ini makin banyak terjual dan penulisnya makin sering tertawa melihat ada transfer royalti dari penerbit.
Hahahaha. Sebelum lupa, kawan-kawan yang memiliki penyakit wasir atau ambeien, penyakit jantung, dan penyakit lain yang melarang konstraksi pada bagian sekitar perut, di harapkan tidak tertawa banyak-banyak ketika membaca buku ini. Juga perlu saya ingatkan bahwa tertawa sebaiknya dilakukan sambil memandang orang lain, menjaga kontak mata, dan dengan demikian jangan sampai tertawa sendirian [apalagi di tempat ramai].
Hahahaha. Akhirnya, khusus untuk pembaca yang mengenal Aming, Tora Sudiro, dan kawan-kawannya di Extravaganza, tolong buku ini diberikan kepada mereka sebagai penghargaan atas keseriusan mereka menghadirkan lebih banyak tawa di negeri kita ini. Dan mari kita rintis kelompok-kelompok militan untuk mengkampanyekan gerakan “DENGAN TAWA MEMBANGUN BANGSA”. Hahahahaha.
Tabik Hahahaha!
Andrias Harefa
Pembelajar Sekolah Kehidupan
Sukses Tanpa Gelar
Judul: Sukses Tanpa Gelar
Penulis: Andrias Harefa
No. ISBN: -
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit: 1998; 2005
Jumlah Halaman: -
Jenis Cover: Soft Cover
Ukuran: -
Buku ini berbicara tentang makna sukses dan keterkaitannya dengan kepuasan batin, kebahagiaan, kedamaian hati, kemodernan, dan bahkan kesehatan jiwa. Diberi judul SUKSES TANPA GELAR untuk menegaskan bahwa sukses masih bisa diraih sekalipun orang tidak bergelar apa-apa.
Sukses tetap mungkin dicapai walaupun orang tidak punya koneksi, belum bisa berbahasa Inggris, ataupun tidak pandai menggunakan komputer. Yang lebih diperlukan adalah kemauan belajar, kesediaan bekerja keras, keberanian untuk bersikap jujur, optimis dan antusias, ketekunan dan kesabaran, kemampuan mensyukuri rahmat, serta nilai-nilai dan sifat-sifat positif lainnya yang merupakan bagian dari roh keberhasilan.
Roh keberhasilan ini ada dalam diri setiap insan manusia dalam keadaan potensial. Agar menjadi aktual, roh keberhasilan ini perlu digugah, dibangunkan dari tidur nyenyaknya, lewat proses penyadaran, yang diikuti proses pembelajaran, dan proses pembentukan kebiasaan yang positif secara berkesinambungan.
Dalam buku best seller yang pertama kali terbit tahun 1998 ini, pembaca akan menemukan lima belas kisah [edisi awalnya hanya berisi tujuh kisah] tokoh-tokoh yang sangat inspirasional. Mereka telah melewati proses yang luar biasa sulit, namun berhasil membangkitkan roh keberhasilan di dalam dirinya. Menembus badai-badai penderitaan, mereka berproses dan menemukan jatidirinya sebagai ciptaan Tuhan yang luar biasa.
Dan, kecuali Lincoln, mereka semua dipilih terutama karena bisa berhasil meraih sukses tanpa gelar akademis. Ada yang tidak tamat sekolah dasar, ada yang hanya lulus sekolah menengah pertama, ada yang drop out saat sekolah menengah ke atas, dan ada yang drop out dari universitas. Lewat pemaparan yang singkat namun mengena, kisah tokoh-tokoh tersebut bisa memberikan gairah dan optimisme bagi siapa saja yang ingin meraih sukses [dengan atau] tanpa gelar.
Sebuah buku yang pantas dibaca dan seharusnya diberikan kepada orang-orang di sekitar kita.











