Andrias Harefa - LeaderSHIFT Trainer and Coach

Info: 021-2210 3478; Manager: 0815 8963 889

Andrias Harefa - LeaderSHIFT Trainer and Coach

Tag: pelatihan motivasi

Galeri: Focus and Teamwork for 2018 Milestones – Maju Motor Group Palembang

Untuk ketiga kalinya saya diminta untuk sharing di Maju Motor Group (MMG) Palembang. Kali ini, di depan 60-an manager up, saya diminta untuk berbicara mengenai 3 hal: (1) Focus (2) Teamwork (3) Milestone Bersyukut, kegiatan yang dilakukan tanggal 27 Januari 2018 ini berjalan lancar. Mari, bersama kita ciptakan sejarah untuk MMG Group. Salam #Proactive *

Galeri: I’m Possible – BINUS

Senang mendapat kesempatan mendampingi anak muda. Terima kasih kepada BINUS yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk share dengan tema “I’m Possible”. Yakinlah, kita bisa kalau kita berpikir bisa. Salam #Proaktif Silakan hubungi 021-2210 3478 atau 0815 8963 889 apabila kampus Anda juga membutuhkan sesi serupa. * * *

Galeri: Membangun Mentalitas SIKAP Kerja Profesional – HONDA IMORA

Bagaimana membentuk karyawan yang dapat membuat dirinya pantas diandalkan dalam berbagai situasi kerja yang menantang? Bagaimana menguatkan mental karyawan untuk tetap memegang prinsip dan tidak diombang-ambingkan oleh situasi dan kondisi yang berubah-ubah. Bagaimana mendorong karyawan untuk lebih dewasa dan mampu memotivasi diri sendiri tanpa harus sering dimotivasi? Bagaimana meningkatkan kemampuan berpikir positif dan kreatif karyawan

Galeri: Proactive Mindset Motivation – PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia

Senang mendapatkan kesempatan mendampingi PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia dalam pelatihan/seminar dengan tema “Proactive Mindset Motivation”. Acara yang digandeng dengan raker ini bertujuan meningkatkan proaktivitas dan motivasi dalam mengejar target. Salam #Proaktif! Silakan hubungi 021-2210 3478 atau 0815 8963 889 apabila Anda/perusahaan Anda membutuhkan pelatihan/training/seminar serupa.

Orgasmic Writing

Menulis bagi saya adalah sebuah pengalaman yang luar biasa dan sulit didefinisikan dengan kata-kata. Proses menulis, dalam banyak kasus, membawa saya ke dalam percumbuan dengan kekekalan. Artinya, menulis membuat saya melayang dan terbang dari kefanaan, lalu bercengkerama dengan alam ide, dunia maya, alam batin yang non-fisik, dimana ruang dan waktu tak berfungsi sebagaimana di alam

Menulis Bikin Cantik

Sejumlah penelitian para profesor biologi dan psikologi ditulis dalam buku berjudul Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotions. Disana, antara lain, tertulis pendapat James W. Pennebaker, “menulis tentang hal-hal yang negatif akan memberikan pelepasan emosional yang membangkitkan rasa puas dan lega”. Fatima Mernissi, yang oleh sebagian orang disebut sebagai pemikir-penulis, juga pernah menyarankan, “Usahakan

Respons Pembeda

Untuk waktu yang cukup lama saya sering memikirkan pertanyaan sederhana ini: apa sih faktor terpenting yang membedakan trainer dan pembicara publik jempolan dengan trainer dan pembicara publik yang biasa-biasa saja? Faktor latar belakang pendidikannya bisa saja muncul sebagai jawaban pertama atas pertanyaan tersebut. Bukankah orang-orang yang terpelajar dan bergelar sarjana, magister, master, apalagi doktor bidang

Kepepet Itu Penting

Saya percaya, sampai derajat tertentu, 8 dari 10 orang bisa menulis artikel atau buku. Sebab menulis artikel dan 1-2 buku dengan ketebalan 100-an halaman tidaklah memerlukan kecerdasan ekstra. kecerdasan orang biasa seperti saya sudah lebih dari cukup. Mengapa saya percaya demikian? Ada beberapa alasan. Yang paling mudah disebut adalah dengan mengamati kawan-kawan yang bekerja sebagai

Menulis Itu Pekerjaan Tangan

Saya sering mengatakan bahwa menulis itu gampang. Untuk bisa menulis, hemat saya, tidak diperlukan bakat khusus. Ibarat berenang, orang tak perlu merasa berbakat untuk bisa berenang. Ibarat naik sepeda, orang tidak perlu bicara soal talenta kalau mau belajar naik sepeda. Yang diperlukan adalah praktik berkelanjutan alias pembiasaan. Yang diperlukan adalah tangan yang mengetik, mewujudkan gerakan

Melihat Keluarbiasaan

Dalam suatu kesempatan di kelas pelatihan untuk para trainer, kawan muda Prasetya M. Brata yang belum lama memposisikan diri di masyarakat sebagai mind provocateur, menggelitik pikiran saya dengan mengatakan, “Kalau Bang Harefa itu disebut-sebut sebagai guru biasa untuk orang-orang luar biasa, maka saya ini guru luar biasa untuk orang-orang biasa”. Saya hanya tertawa saja mendengar